Kebayang kan kalau…

Post ini ditulis waktu kejadian tempo hari, waktu menghadiri pernikahan Yanuarie di Tabanan nun jauh disana..berangkat dari denpasar dan kumpul di rumah empunya rumah tulisan dan sang bunda, ditambah bani en teman perempuan (girl friend) gus tulank. Aku menunggu efi yang datang ama sang driver dan janjian ketemu di jalan bedahulu (jalan yang penuh kenangan sang driver) hihihihi… Sepanjang perjalanan tidak ada yang istimewa, hanya mampir sekitar 10 menit untuk berbuka puasa. Lepas kota, undangan nikahan sudah ditangan karena harus berpatokan pada peta yang tertera disana. Dan benar memang jalur di peta dengan nyatanya berbeda 180 derajat! Dua kali nyasar dan mesti harus bertanya pada penduduk sekitar. Akhirnya mobil2 yang berderet deret di depan kami melegakan perasaan ini, sudah sampai ternyata…

Continue reading “Kebayang kan kalau…”