Turis Lokal Seharian

Ya…hari itu merupakan hari ulang tahunnya, dari jauh hari kita memang merencanakan untuk jalan jalan ke tempat itu. Ubud adalah tujuan kita, dan memang sudah lama tidak berkunjung ke ubud pasca foto pasca wedding itu terakhir ama Sakti Soe dan Asn.

Jalan menuju Ubud cukup jauh dari tempat tinggal kita, bermotor ria memakan waktu kurang lebih 40 menit, tidak ngebut…santai saja 😉 Karena hari sudah siang dan memang tujuan pertama kita adalah cari makan di ubud. Naughty Nuri’s adalah tujuannya. Warung sederhana namun cukup ternama di kawasan ini, bahkan pernah masuk New York Times oleh karena salah satu kontributornya pernah makan disana. Letaknya di pinggir jalan, Jl Sanggingan di seberang museum neka. Hari itu cukup sepi karena memang belum jam makan siang, saya lihat pun hanya ada 1 rombongan bersama kita waktu itu. Cuaca cukup panas siang itu sehingga kita memutuskan untuk duduk di tempat duduk paling luar. Dia memesan Spare Ribs-nya yang konon menjadi makanan favorit disini, sedang saya cukup dengan Beef Burger saja. Buat make sure saja Spare Ribs itu mengandung Babi 100% dan Beef Burger nya pun ada helaian Ham but tidak 100%. Tapi ya..enak2 saja tuh 😀

Sehabis makan kita rencana untuk mengunjungi museum antonio blanco, tapi entah mengapa begitu lewat tempat itu kok ga jadi, jadi ya sudah teruskan saja. Tujuan selanjutnya adalah Pasar Ubud. Sebelumnya memang kita tidak pernah ke pasar ini, jadi ini merupakan kunjungan pertama. Sebuah daster dan tas jadi di belinya dan lagi2 dengan tawar menawar ala wanita, jadi maksudnya gini..minta dengan harga serendah mungkin lalu berlalu begitu saja menuju toko selanjutnya. Akhirnya si penjual pun memanggilnya kembali dengan harga yang ditawarnya tadi 😀 Pinter kamu dear…

Setelah puas keliling pasar, kita memutuskan untuk berjalan kaki mencari ATM terdekat dan mengunjungi Jalan Kajeng, Tempat Walk of Fame-nya Ubud dan juga tempat memorabilia Si Sakti Soe kunjungi waktu itu, yang quotenya “Cinta..kamu ga papa kan?” tapi sayang tidak semua tulisannya terlihat karena pas kebetulan ada mobil parkir dibawah tulisannya.

Hari memang terasa panas, sekitar jam 3 kita memutuskan untuk balik ke denpasar, tak lupa mampir ke toko kamera untuk perbaiki kamera saya yang rusak. Tangan dan kaki jadi belang sewaktu tiba dirumah, Ya iya lah wong jadi Turis Lokal seharian 😀

Maag

Penyakit yang hampir 3 bulan belakangan ini selalu menyerang saya, khususnya ketika jadwal makan mulai sembarangan dan pantangan makanan mulai dimakan, Bah! ga ada obat yang mempan kecuali mesti di suntik langsung dan baru hilang selang 30 menit kemudian. Sumpah..sakit banget, nyeri di ulu hati seperti terbakar, kadang nyeri sampai ke punggung, sesak..dan gitu lah selanjutnya!

Ada dokter berkata kalau sudah sering seperti ini sebaiknya dilakukan Endoskopi, tapi ada pula dokter yang mengatakan bahwa penyakit ini bisa disembuhkan asal rubah pola hidup dan makanan. Nah! berkaca dalam diri sendiri memang selama ini pola hidup mesti dirubah!!

Makasih juga buat Istri yang selalu siap sedia mengantar si pasien ini berobat dan selalu mengingatkan via email tentang pantangan makanan-nya

**gambar hanyalah imajinasi saya sajah 😀