Bermain Tamiya Mini4wd (lagi)

Semua anak laki2 yang besar di tahun 90an seperti saya pasti mengenal mainan yang satu ini, jenis mobil2an ini memang besar di masa nya, saya waktu itu pun ikut bermain ini, dan mungkin dulu bermain Tamiya identik dengan mobil balap miniatur tapi sebenarnya Tamiya bukan hanya melulu tentang mobil, ada berbagai macam model seperti Remote control, model scale (miniature pesawat terbang, mobil, motor, kapal laut ataupun tank militer). Saat ini saya hanya bermain Tamiya berjenis Mini4WD. Kalau dulu tamiya berjenis ini dihargai kurang lebih sekitar 30rb rupiah sekarang harga 1 boxnya itu kira2 mulai dari 150rban saja, ini pun masih Tamiya standar box belum termasuk parts2 lain.

Sebenarnya banyak resources dari internet kalau kita mencoba googling Tamiya Mini4WD, saya hanya menulis tentang ini hanya untuk hobby dan berbagi pengalaman saja 🙂 Saya mulai mengenal Tamiya lagi kurang lebih bulan Maret 2016 lalu, mulai hanya membeli 1 kit (Series Avante), mencoba merakit kembali dengan berbekal buku petunjuk dan jadi Tamiya standar tanpa ada modifikasi sama sekali. Sebenarnya mini4wd ini terbagi dalam berbagai kelas (saya ambil pengertian dari salah satu blog Tamiya Mini4WD Indonesia): Kelas STB (Standar Tamiya Box) dan Kelas STO (Standar Tamiya Original) ada juga Tamiya Sloop dan Tamiya Nascar.

Saat itu saya mempunyai 2 Tamiya STB, sempat tertarik untuk merakit Tamiya Sloop di CM Tamiya, milik teman saya Reo di daerah monang maning, cuman ya seperti ada yang kurang greget kalau bermain sloop ini, kalau mencari kencang mungkin ini jawabannya, tapi bukan itu yang saya cari dan akhirnya saya urungkan niat saya untuk bermain sloop. Saya mulai melirik Tamiya STO dan perlahan saya mulai menemukan asiknya bermain STO ini dan kebetulan saya juga mulai join di group FB yang khusus membahas Tamiya STO di bali. Disini saya menemukan banyak teman yang saya jadikan tempat belajar setting sana sini, kebanyakan mereka sudah senior dalam hal menyeting mobil dan tidak sedikit juga yang newbie seperti saya. Tempat bermain STO di bali ada di Hardys Mall Sesetan lantai 3, disini ada track dan berbagai macam parts STO.

Tidak terasa sampai saat ini saya sudah merakit 3 buah mobil STO dan kedepannya saya akan mencoba berbagi bagaimana menyeting mobil STO sampai siap turun di race dan lagi2 saya bermaksud untuk tidak menggurui karena saya juga masih newbie dalam hal ini. Banyak sekali topik2 yang bisa diangkat dalam menyeting mobil ini, sebenarnya cukup untuk subscribe channel mengenai Tamiya Mini4Wd ini di youtube, mungkin bisa jadi referensi channelnya MadTang ataupun channelnya TeamFlazh, salah satu dedengkot tamiya mini4wd yang berdomisili di Surabaya. Tidak lupa kalau mencari inspirasi modifikasi mobil bisa juga lewat Pinterest ataupun Instagram, cukup dengan mencari hashtag #tamiyamini4wd ataupun #mini4wd dijamin pasti bakal ngiler2 deh terutama kalau melihat mobil para racer jepang disana :D, bisa juga lewat aplikasi di android, cari saja aplikasi Condele di play store.

Okey..sekian dulu post pembukaan saya mengenai Tamiya Mini4wd ini, semoga masih bisa menulis tentang hobby ini di kemudian hari (kalau ada waktu dan tidak malas :D)

Berkunjung ke Bangkok

Terakhir saya ke Bangkok itu tahun lalu menghadiri conference forum yg diadakan diadakan oleh Sabre Hospitality, kali ini saya berkesempatan untuk berkunjung kembali ke kota ini dalam rangka workshop seharian full persis dengan vendor yang sama.

Saya berangkat via bandara Ngurah Rai Bali menujue Don Mueang Bangkok dan entah lah..selalu ada saja beberapa teman yang saya temui di bandara menuju tujuan yang sama, kali ini saya bertemu Dini (salah satu teman ecommerce) dia akan berlibur ke Bangkok bersama keluarga, dan Mas Anton (Kumendannya BBC) berangkat menuju Myanmar via Bangkok (iki liputan plus jalan2, wuenak tenannn, hahaa..). Pesawat langganan menuju Don Mueang adalah biasa, kapan saya bisa menuju Suvarnabumi haahhh :D. Sesampai di bandara, kami memesan langsung airport pickup PP, biaya kurang lebih sekitar 1000 baht, jarak dari bandara menuju Bangkok kurang lebih ditempuh sekitar 45 menitan, kalau mungkin tiba sore hari lebih baik ambil jalur high way, karena trafic lumayan parah dibanding tiba siang hari.

Saya menginap di Sukosol Hotel, sekaligus sebagai tempat workshop keesokan harinya, hotel lumayan bagus dan berarsitektur khas Thailand. Karena memanfaatkan waktu, saya dan teman langsung beranjak keluar hotel, tujuan pertama tentu saja kuliner (karena pas emang laper sik), Siam Paragon adalah tujuan kami, dengan berbekal google maps, penggunaan BTS train adalah opsi yang termurah, kurang lebih sekitar 30 baht per orang. Siam Paragorn berjarak tidak begitu jauh dari station pertama, hanya melewati satu station saja, yaitu Siam station. Siam merupakan station interchange yang mana bisa melanjutkan ke tujuan lainnya. Di daerah Siam, ada 2 mall besar; Siam Paragon (berisi tenant brand2 besar sama seperti Orchard Road nya Singapore lah) dan Siam Discovery. Wisata kuliner berada di lantai paling bawah, tempatnya bersih dan berbagai macam makanan tersedia disini. Antara Siam Paragon dan Siam Discovery terdapat lapangan yg cukup luas dan berbagai ornament berbentuk binatang (cocok untuk tempat foto2 niii), saya telisik lebih jauh ternyata ornament binatang ini terbuat dari besi atau logam yang disusun rapih membentuk karakter binatang tertentu.

Siam Paragon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tujuan selanjutnya adalah Madame Tussaud, terletak di Siam Discovery lantai 5, tiket masuk kesini sudah dipesan sebelumnya oleh teman saya, jadi bisa dibilang tiket promo lah, kurang lebih harga ? baht. Koleksi Madame Tausaud ini lumayan banyak, mulai dari actor, actris, olahragawan, musisi sampai presiden dari berbagai negara tertentu, bahkan patung lilin Presiden Sukarno ada loh :), berikut beberapa foto yang saya sempat abadikan:

Kelar dari Madame Tausaud perut melapar lagi, kali ini kami mencoba ramen dan dilanjutkan berbelanja oleh2 makanan yg kebetulan tidak jauh dari tempat kami makan ramen. Sebelum pulang dilanjut dengan desert di afteryoudesert.com..hajar teross bleh! Pulang ke hotel via BTS train lagi sama seperti jalur pertama.

Keesokan harinya workshop dimulai, banyak materi yang berguna dalam workshop ini dan tentunya tidak ketinggalan networking dengan sesama peserta workshop. Selepas workshop kurang lebih jam 5.30 sore, saya memutuskan untuk pergi ke membeli Tamiya di Thaniya Plaza, tadinya mau pergi sendiri tapi teman2 mengikuti. Jarak menuju plaza tersebut tidak begitu jauh dari hotel kurang lebih sekitar 5km, cuman karena pada saat itu traffic lumayan parah dan ditempuh dalam waktu 1 jam. Thaniya Plaza tidak begitu besar seperti mall kebanyakan dan berada di district yang lumayan rame dan kental akan kehidupan malam di Bangkok. Saya hanya membeli 2 kit saja disini (ini pun bukan jenis mobil mini4wd yang biasa dipakai balapan, lebih ke mobil pajangan jenis Jimny dan Nissan offroad), beberapa sticker dan cutting mat tamiya, pengennya sih beli lebih banyak tetapi waktu yang terbatas dan teman lain hanya menunggu diluar toko jadi tidak enak kalau lama2 disini.

me-at-siam-tamiya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dilanjut pergi ke Platinum mall via BTS train dari Thaniya Plaza, saya mengunjungi tempat ini juga tahun lalu, lebih banyak menjual pakaian dewasa maupun anak2, tas dengan harga yang bersahabat, pusat oleh2 juga ada di lantai atas. Cuman sayangnya mall ini tutup jam 8 malam jadi saya tidak sempat berbelanja dan hanya melihat2 saja dan ditambah ada kejadian teman saya hilang karena asik berbelanja hahaha…bisa dibuat sinetron nih karena emang drama banget 😛 selepas tutup mall bukan berarti mall sepi, diluar mall justru banyak yang menggelar dagangan lain dan beberapa kuliner di food truck dan lagi2 harga bersahabat dan bisa ditawar. Saya sempat membeli gantungan kunci berbentuk boneka dengan customize nama di tengahnya, lumayan buat oleh2 khas Bangkok.

Beranjak dari Platinum mall menuju hotel kurang lebih pukul 10.30 malam, tadinya mau lanjut jalan sendirian tapi saya urungkan karena sudah capek dan belum packing untuk flight besok. Flight jam 12 siang sih tapi airport pickup sudah menjemput kami jam 8, menunggu di Don Mueang tidaklah membosankan, ada free wifi dan beberapa gerai duty free disana, saya sempat membeli sebotol wine, coffee mix sachet dan beberapa bungkus coklat untuk dibawa pulang, tidak lupa sarapan ala Thai dan selebihnya siap2 headset dan full charge battery untuk bekal 4 jam selama di pesawat.

Well..saya berharap bisa berkunjung ke bangkok di kemudian hari, tentunya bersama keluarga 🙂

Balik dulu John!

Balik dulu john!

 

My Soundrenaline

Gelaran Soundrenaline 2016 telah usai, saya sendiri merupakan penggemar event music ini dan setiap kali diadakan di Bali saya mesti hadir. Saya lupa kapan saya hadir pertama kali, tapi dengan melihat Legacy Soundrenaline ini saya jadi ingat 🙂

Ya, tahun 2007 Soundrenaline Sounds of Change, saya ingat saya punya beberapa foto yang saya abadikan tapi entahlah saya taruh di harddisk yang mana saya lupa. Tidak tiap tahun Soundrenaline ini diadakan di Bali, tahun berikutnya malah diadakan di kota besar lainnya. Tahun berikutnya Soundrenaline Lead the Beat tahun 2009, saya ingat sepulang kerja saya langsung melipir ke event ini dan di tiap event saya selalu menyempatkan untuk membeli official merchandisenya, biasanya saya hanya membeli kaos saja.

Tahun berikutnya adalah Soundrenaline 2015 – Change the ordinary, kali ini saya menonton bersama teman sejawat yang memang sudah janjian sebelumnya, 2 hari full saya menonton waktu itu karena sudah ada si kecil aqira, maka jasa penitipan eyangnya sangat membantu kami, malam minggu si bocil nginep dan minggu nya kami jemput malam hari. Seperti biasa penampilan band2 yang saya tonton memang keren banget, selama 2 hari saya hanya menonton di big stage saja, Dewa 19 featuring Ari Lasso, /rif, Maliq & D’essentials, SO7, Nidji versi electric di panggung tengah, sedang di panggung sebelah kanan lebih ke aliaran rock, Seringai dan Andra & The Backbone diantaranya. Panggung bawah lebih banyak diisi oleh band Indie dan di Amphitheater stage lebih banyak lagu2 slow, Tulus, Naif dan entah antara White Shoes dan Mocca ada di panggung ini.
Dewa 19 performance

Tahun ini Soundrenaline 2016 bertemakan Louder Than Ever, saya hanya menonton 1 hari saja di hari sabtu (dapet approvalnya cuman 1 hari saja dari orang rumah :D). Tiket saya beli 150rb on the spot, seperti biasa banyak pilihan di panggung mana yang akan di tonton, genre musik dan kesenangan orang berbeda2 dan kadang jika ada penampilan musisi yang ditunggu dipanggung lain kita mesti buru buru untuk save spot jika tidak ingin didahului orang lain.
Kali ini saya hanya sempat aksi panggungnya Naif (walau telat, lagu terakhir baru datang), Maliq & D’essentials (beberapa lagu saja) dan full lagu dari Andra and The Backbone di panggung A Stage. Saya memang suka lagu2 rock yang mereka bawakan, easy listening meskipun bergenre rock, mereka membawakan sekitar 10-15 lagu kalau tidak salah, lagu wajib seperti Sempurna, lagi dan lagi, main hati serta Musnah jadi lagu pemuncak, sayang lagu2 lain sepertinya terlewat padahal saya berharap lagu2 seperti, jalanku bukan jalanmu, seperti hidup kembali mereka bawakan, ternyata tidak.
Band yang tampil tahun ini lebih banyak band2 project dan band2 indie, beda dengan tahun lalu, nama besar Gigi dan Slank masih manggung tapi tidak di tahun ini.

Andra & The Backbone performance

Sebenarnya saya pengen nonton Simple Plan sehabis Andra manggung, tapi ya waktu tidak memungkinkan (udah dapet reminder dari orang rumah, hahahaha)

So, berharap tahun depan akan ada lagi Soundrenaline di Bali dan mungkin dengan mendatangkan band2 luar yang lebih greget, ciaooo…

*PS, salam dari kang Aziz Jambrud!
Jambrudger!

Duplicator Plugins

Yak…duplicator plugins ini sangat membantu saya untuk urusan migrasi wordpress ke rumah baru ini. Kalau dulu migrasi antar wordpress website mungkin ribet dan kita diharuskan membuat backup database, export, import data..sekarang tidak lagi, cukup menggunakan Duplicator plugins ini, dijamin urusan pindahan (jikalau tidak error) bisa dilakukan dengan waktu yang singkat.

Tutorial penggunaannya cukup pantengin video di youtube ini, tutorial ini cukup mudah diikuti, step by stepnya sangat mudah dipahami. Yang perlu diperhatikan adalah pada saat pembuatan database phpmyadmin di cpanel, pastikan pembuatan nama database, nama user dan password jelas, setelah itu bisa dilakukan test connection terlebih dahulu untuk memastikan bisa terkoneksi dengan baik.

Saat saya mencoba hal ini, untuk instalasi normal, terdapat beberapa kali error yang saya terima pada saat instalasi, FAQ bisa dilihat untuk troubleshootingnya. Saya mencoba untuk melakukan instalasi advance, cukup dengan mencentang advance option pada saat akan instalasi dan akhirnya berhasil.

Hasilnya sama plek persis dengan rumah lama dan akhirnya link di rumah lama saya redirect ke rumah baru ini 😉

TTDNVNKJQ

Mulai Ngeblog lagi

Hahaha…liat kapan terakhir saya nulis dibawah ini, Mei 2014, lebih dari 2 tahun ngiatus nulis, pret!

Niatan punya ‘rumah baru’ memang mulai rajin nulis lagi, mencoba belajar lagi untuk sekedar menuliskan apa yang ada di kepala. Pemilihan nama domain pun sekedarnya saja, tidak ada maksud tertentu, hanya menyingkat dari nama depan dan nama domain terdahulu. Saya menemukan beberapa website/blog menggunakan hanya menggunakan huruf konsonan saja dan itupun dengan maksud menyingkat nama orang ataupun brand tertentu, jadi semacam ikutan tren gitu? yagitudeh 😀

Begitupun dengan social media lain yang saya punya, saya mulai rajin ngetweet lagi, tetap memantau FB dan IG (terutama update grup2 tamiya mini4wd yang saya ikuti), check in di swarm dan tapinya sudah jarang ngepet (ngepath) 😀

Yuk akh, mulai ngeblog lagi 😀

TTDNVNKJQ